Kamis, 01 September 2016

Minuman Keras dan Akibatnya



Hasil gambar untuk minuman keras







Ide tulisanku ini muncul saat aku mererun drama PSH. Saat melihat PSH, aku mulai mengingat kasus yang dialami olehnya. Kasus pelecehan seksual yang menimpanya ini terjadi di tahun 2013 silam.

Kasus ini terjadi karena PSH dan korban minum minuman keras bersama - sama. Keduanya mabuk dan terjadilah pelecehan seksual itu. Korban mengaku dirinya mabuk dan tidak sadar. Namun pernyataan ini bertolak belakang dengan pengakuan PSH. PSH mengaku melakukannya atas dasar suka sama suka.

Kasus ini sempat dibawa ke ranah hukum namun pada akhirnya pengadilan membebaskan PSH dari tuntutan karena korban mencabut tuntutan tersebut. Ya lagian pusing juga kan kalau orang - orang mabuk dimintai kesaksian, orang mereka gak sadar.

Aku sebagai fans dari PSH jujur kecewa dengan tindakan kriminal yang dilakukan oleh PSH. Tapi ya, gimana lagi. Minuman keras di negeri ginseng merupakan hal biasa. Bahkan bukan hal yang aneh jika drama dan film mereka mempertontonkan adegan dimana aktor dan aktrisnya menikmati minuman keras.

Memang benar, kasus PSH berakhir dengan damai. Tapi bukan berarti PSH tidak mendapat konsekuensi buruk atas kasus ini. Ia sempat dilarang tampil diserial drama TV dan ia menjernihkan pikirannya ke luar negeri karena merasa sangat tertekan. Tidak hanya itu, ia juga memiliki banyak haters yang selalu menghujatnya pasca kasus itu terjadi. Wah sangat disayangkanlah pokoknya. Hingga saat ini, ia hanya menambah satu serial drama TV yang ia bintangi pasca kasus ini berakhir. Padahal jika kasus ini tidak terjadi, karyanya pasti akan lebih banyak.

Selain kasus diatas, aku juga akan membahas mengenai dampak minuman keras dalam kasus lain. Tentu belum lepas dari ingatan kita mengenai kasus yang dialami Yuyun. Yuyun mengalami hal yang bahkan tidak pantas kita bayangkan. Ia dianiaya, diperkosa, dibunuh, dan tubuhnya dibuang oleh pelaku - pelaku kejahatan itu. Hal itu terjadi saat serombongan pelaku itu dalam keadaan mabuk. Dari kasus ini kita bisa melihat dampak buruk yang disebabkan oleh minuman keras. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan orang tua korban. Kehilangan kerabat saja sudah sangat menyedihkan, apalagi kehilangan dengan cara seperti itu.

Mengenai khamr atau minuman keras, Rasulullah SAW bersabda :

"Khamr (minuman keras) adalah induk berbagai macam kerusakkan." ~ HR. Thabrani

"Semua yang memabukkan adalah khamr dan semua khamr adalah haram." ~ HR. Muslim

Dari Anas ia berkata, "Rasulullah SAW melaknat tentang khamr 10 golongan : 1. Yang memerasnya, 2. Pemiliknya (produsennya), 3. Yang meminumnya, 4. Yang membawanya, 5. Yang minta diantarinya, 6. Yang menuangkannya, 7. Yang menjualnya, 8. Yang makan harganya, 9. Yang membelinya, 10. Yang minta dibelikannya." ~ HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah

Dari dalil dan kasus diatas sudah jelas minuman keras itu merugikan banyak pihak. Tidak hanya orang yang mengonsumsinya, orang yang berada diantara pemabuk juga akan merasakan kerugian. Bahkan laknat dan keharaman minuman keras juga berlaku untuk siapapun yang terlibat dan mendukung dalam aktivitas pengonsumsian minuman keras. Tidak tanggung - tanggung, ada 10 golongan yang begitu jelas dan lengkap. Aku jadi ingat kicauan Ustadz Felix Siauw di akun twitternya. Dia berkata :

'Negara yang mengizinkan peredaran miras, umpama bangunan yang ditegakkan dengan tiang yang rapuh.'

Rasanya aku ingin menambahkan kalimatnya dengan :
'Seakan - akan kokoh, tapi nyatanya rapuh.'

Postingan Ustadz Felix itu banyak menuai pro dan kontra. Salah satunya adalah orang yang menyebut Ustadz Felix berpikiran sempit karena ia berpendapat minuman keras bukanlah satu - satunya tolak ukur yang menyebabkan suatu negara bisa dikatakan sukses. Aku berpendapat memang benar sih minuman keras bukanlah satu - satunya alasan yang bisa merapuhkan negara. Buktinya Korea Selatan dan Jepang bisa sukses menjadi negara maju meskipun minuman keras dilegalkan disana. Tapi jika dilihat lebih lanjut mengenai dampaknya bagi seseorang dan itu sangat merugikan bagi orang itu dan keluarganya, orang yang berkomentar pedas itu seharusnya berpikir ulang. Harusnya dia membayangkan jika dia adalah korban seperti Yuyun. Atau Yuyun itu adalah putri, saudara atau ibunya. Atau jika ia adalah PSH yang tercoreng namanya karena efek minuman keras. Atau dia atau siapapun yang ia cintai meninggal karena minuman keras oplosan. Dalam hal ini seharusnya dia tidak egois.

Ya itulah yang bisa kusampaikan (saat ini). Semoga bermanfaat~

Sabtu, 30 Juli 2016

Review dan Komentar untuk Prosecutor Princess





   Di postingan sebelumnya, aku sempat menyinggung mengenai drama Korea yang satu ini. Kali ini aku akan membuat sedikit sinopsisnya dan menambahkan komentar - komentar. Baik, langsung saja. Ini dia sinopsisnya :

   Ma Hye Ri (Kim So Yeon) adalah seorang jaksa perempuan yang baru saja lulus dan memulai kariernya sebagai jaksa. Di hari pertamanya bekerja, dia sudah menghebohkan lingkungan kerjanya. Dia adalah jaksa yang sangat unik, sangat lain dari yang lain. Ia memakai pakaian ala model dengan penampilan yang sangat fashionable. Selain itu, dia juga memiliki pemikiran yang berbeda dari jaksa - jaksa lain. Dia lebih egois dan tidak menghargai senior - seniornya. Hal itu terlihat saat salah satu seniornya menegur Jaksa Ma yang akan pulang lebih dulu. Seniornya meminta Jaksa Ma untuk menyelesaikan tugasnya dulu sebelum pulang. Tapi Jaksa Ma menolaknya dengan berkata, "Kenapa aku harus lembur ? Aku tidak akan dibayar lebih untuk itu. Jika pemerintah ingin tugasnya cepat selesai, kenapa mereka tidak menambah jaksa saja ? Kenapa mereka harus memakai waktuku ?". Kemudian seniornya memperbolehkannya pulang terlebih dahulu. Walaupun dengan perkembangan cerita, Jaksa Ma akan berubah menjadi jaksa yang dewasa dan hebat.


Jaksa Ma Hye Ri.
   Jaksa ma bahkan rela bolos acara yang dilakukan oleh calon - calon jaksa demi membeli sepatu diacara pelelangan. Ia berbohong pada panitia acara calon - calon jaksa agar bisa absen dari acara tersebut. Ia mengatakan ibunya sakit sehingga ia izin untuk tidak hadir di acara itu.

   Di tempat pelelangan sepatu, Jaksa Ma mengalami kesialan yang bertubi - tubi. Ia kehilangan dompet beserta isinya (iyalah haha), ponsel dan bahkan mobilnya mengalami kerusakan. Selain itu, ia juga dikejutkan dengan motel yang ia kira telah direservasi. Ternyata kamar motel itu telah diisi oleh orang lain.

Hasil gambar untuk jaksa ma hye ri terkejut episode 1 mei
Jaksa Ma di acara pelelangan.

   Ketika sedang galau di motel itu, Jaksa Ma melihat seorang pria membawa sepatu yang ia incar di pelelangan. Jaksa Ma tidak bisa membeli sepatu itu karena kesialan yang ia alami. Kemudian ia mengikuti pria itu dan melihatnya masuk ke salah satu kamar motel. Lalu Jaksa Ma mengetuk pintu kamar itu dan pria tadi pun membukanya. Jaksa Ma meminta pria itu berbagi kamar dengannya dan pria itu menyetujuinya. Kamar motel itu sangat luas karena ada dua tingkat. Jaksa Ma memakai ruangan atas dan pria itu memakai ruangan dibawahnya.


Pria yang membawa sepatu itu.

   Keesokan harinya, Jaksa Ma sangat lega ketika melihat sepatu itu masih ada bersama pria itu. Kemudian, saat sarapan Jaksa Ma meminta sepatu itu dan dia akan membayar uangnya nanti. Pria itu menyetujuinya dan memberikan nomor teleponnya sebagai jaminan. Jadi Jaksa Ma memiliki hutang uang untuk biaya 1/2 sewa kamar, sepatu dan sarapan.

Sepatu yang diinginkan Jaksa Ma.

   Saat sampai dirumah, Jaksa Ma sangat terkejut saat menyadari bahwa kertas yang bertuliskan nomor telepon pria itu hilang. Dia sangat bingung bagaimana cara dia membayar hutangnya. Tapi ya bukan drama namanya kalau mereka tidak bertemu lagi. Kemudian Jaksa Ma bertemu dengan pria yang meminjamkan uang kepadanya di kantor kejaksaan. Jaksa Ma mengira pria itu datang kesana untuk menagih hutang. Tapi ternyata dugaan Jaksa Ma salah. Pria itu datang sebagai tamu salah satu jaksa senior. Kemudian pria itu memperkenalkan diri sebagai pengacara dan namanya adalah Seo In Woo (Park Shi Hoo). Pantesan orang yang meminjamkan uang ke Jaksa Ma ada di kantor kejaksaan, ternyata dia seorang pengacara.

 
Pengacara Seo In Woo di kantor kejaksaan.


   Tidak lama setelah pertemuannya dengan Pengacara Seo, mereka pun melakukan transaksi pembayaran di salah satu restoran. Setelah itu Pengacara Seo mengajak Jaksa Ma untuk berteman dan bisa bertemu lagi kapan - kapan.

   Cerita berlanjut dengan ketidak-pecayaan jaksa - jaksa senior kepada Jaksa Ma. Mereka berpikir Jaksa Ma tidak kompeten sebagai jaksa dan sulit untuk diatur. Oleh sebab itulah Jaksa Ma tidak mendapatkan kasus yang seharusnya dikerjakan oleh jaksa. Kemudian Pengacara Seo memberikan informasi mengenai kasus yang bisa Jaksa Ma selidiki agar ia bisa dihargai oleh jaksa - jaksa senior. Kasus itu adalah kasus perjudian.

   Jaksa Ma sudah mempersiapkan penyelidikan di lokasi perjudian itu dengan cukup sempurna. Ia bahkan bekerja sama dengan rekan - rekan kerjanya di kantor kejaksaan. Tapi alur ceritanya berbeda dengan apa yang kupikirkan. Aku kira Jaksa Ma akan berhasil melakukan penyelidikkan itu.

   Jaksa Ma mengalami kegagalan karena penyelidikannya terbongkar oleh petugas keamanan perjudian itu. Aku sempat kesal dan berpikir, "Aissh, kenapa harus gagal ? Harusnya Jaksa Ma berhasil. Dia kan sudah melakukan yang terbaik untuk penyelidikkan itu." Tapi, kalau dipikir - pikir sih kegagalan ini akan menimbulkan alur cerita seru dan lucu untuk episode - episode berikutnya.

   Saat Jaksa Ma diserang oleh petugas keamanan perjudian itu, ia sangat ketakutan. Lalu ada salah satu senior Jaksa Ma yang berlari dari kejauhan dan dengan gagahnya menyelamatkan Jaksa Ma. Senior itu adalah Jaksa Yoon Se Joon (Han Jung Soo). Dan kelanjutannya bisa ditebak pemirsa. Jaksa Ma akan jatuh cinta pada Jaksa Yoon. Yaa seperti apa yang disebutkan dalam dorama Asuko March, 'Cinta bisa tumbuh di situasi genting' hahaha.


   Keesokan harinya Jaksa Ma datang ke kantor. Kali ini ia dipercaya untuk menangani kasus tentang pelecehan seksual yang dialami anak perempuan berusia 7 tahun. Tapi Jaksa Ma tidak berhasil dalam menginvestigasi korban (gadis berusia 7 tahun itu). Kemudian dia mempelajari cara agar disukai dan dianggap dekat oleh anak perempuan berusia 7 tahun. Tapi dia bingung karena dia tidak memiliki kenalan yang seusia dengan korban sebagai objek observasi. Dari situlah ia mendapat informasi bahwa Jaksa Yoon memiliki seorang putri berusia 7 tahun. Jaksa Ma sangat terkejut karena ternyata ia menyukai seorang duda.

   Jaksa Yoon kehilangan istrinya karena meninggal dunia. Istrinya sakit parah saat Jaksa Yoon sedang bertugas mencari buronan. Tapi istrinya tidak mau merepotkan Jaksa Yoon jadi dia berjuang sendirian untuk menghadapi penyakitnya. Mereka dikaruniai seorang putri yang bernama Yoon Bin.

   Aku sangat suka melihat interaksi antara Jaksa Yoon dan putrinya. Jaksa Yoon adalah ayah yang penuh cinta. Ia sangat menyayangi putrinya dan sering memasakkan makanan untuk putrinya. Hal ini sangat memotivasiku untuk mencari pasangan yang baik. Bukan apa - apa, sekalipun kita meninggal lebih dulu kita bisa tenang dan mempercayakan anak kita pada pasangan #hahaha malah curhat XD.

Hasil gambar untuk yoon bin prosecutor princess
Putri Jaksa Yoon (Yoon Bin). Kawaii~

Jaksa Yoon Se Joon saat menemui putrinya. Padahal dia jarang banget senyum, dia sangat hangat pada putrinya.

   Selain itu, aku juga suka pada karakter Pengacara Seo. Dia dewasa dan sangat cerdas. Dia sering berbicara langsung pada intinya dan penilaiannya terhadap sesuatu benar - benar luar biasa. Contohnya ketika ia memberi saran pada Jaksa Ma. Saat itu Jaksa Ma sedang kebingungan karena memikirkan cara mendekati anak perempuan berusia 7 tahun. Kemudian Pengacara Seo menyarankan, "Coba saja menemui putri Jaksa Yoon Se Joon. Bukankah kau juga ingin terlihat baik didepannya ? (di depan Jaksa Yoon)," Pendapat yang super haha. Jadi Jaksa Ma bisa sekalian modus, semacam peribahasa, 'Sambil menyelam minum air,'

   Selanjutnya aku ingin membahas kisah cinta Jaksa Ma di drama ini. Cara Jaksa Ma mengejar Jaksa Yoon benar - benar agresif haha. Jaksa Ma mengajak Jaksa Yoon pulang bersama, mengajaknya makan malam, memuji ketampanannya secara langsung dan bahkan rela pindah rumah agar bisa bertetangga dan bisa berangkat kerja bersama Jaksa Yoon. Tapi Jaksa Yoon bersikap dingin dan acuh pada Jaksa Ma. Bahkan ada percakapan konyol seperti ini :

Jaksa Ma : "Sunbaenim (senior), besok kau tidak perlu mengantarku ke tempat kerja."
Jaksa Yoon : Tersenyum lalu menjawab, "Aku tidak bilang akan mengantarmu."

Ahaha benar - benar memalukan. Aku tidak bisa membayangkan jika aku ada di posisi Jaksa Ma.

   Kisah cinta Jaksa Ma pun ternyata diluar ekspektasiku. Aku mengira Jaksa Ma akan berakhir bahagia dengan Jaksa Yoon. Ya mengingat perjuangan Jaksa Ma yang aku bahas sebelumnya, tidak heran kan jika akhirnya mereka bersama ? Tapi alur cerita ini diluar dugaanku. Akhirnya Jaksa Ma akan berpasangan dengan Pengacara Seo. Aku sempat berdiskusi dengan temanku mengenai hal ini. Ini dia diskusinya :

Aku : "Lah ? Aku pikir Jaksa Ma bakal sama Jaksa Yoon."
Temanku : "Ya nggaklah. Liat aja poster dramanya. Jaksa Ma sama Pengacara Seo."

Benar juga kata temanku ya. Ternyata poster bisa 'menunjukkan' alur cerita.

   Tapi, drama ini juga tidak luput dari kekurangan. Aku tidak suka adegan - adegan lebay muncul di drama ini. Aku juga heran, kenapa Pengacara Seo jatuh cinta pada Jaksa Ma ? Kalau ceritanya hanya sampai 'tidak tega menyakiti' sih wajar. Mengingat Jaksa Ma adalah orang yang naif dan polos, tidak tega mengkhianati adalah hal normal yang bisa dirasakan seseorang.

   Tapi ya namanya juga drama romantis sih. Adegan jatuh cinta bisa jadi menu wajib di drama ini. Mungkin ini ya alasan Pengacara Seo jatuh cinta pada Jaksa Ma, karena genre drama ini romantis.

   Aku juga tidak suka adegan pada saat Jaksa Ma melepas kepergian Pengacara Seo. Adegan itu benar - benar lebay haha. Melepas kepergian dengan bersedih sambil melihat pesawat terbang yang melintas di halaman rumah, aku tidak suka adegan itu. Tapi dari segi konsep cerita, aku suka dengan drama ini :).

   Ya itu dia sinopsis singkatnya, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di tulisanku berikutnya.

Kamis, 30 Juni 2016

Tentang orang Korea Selatan dan Jepang

Hasil gambar untuk prosecutor princess







   Judulnya aneh ? Haha aku tidak memiliki ide judul lain selain judul diatas. Kali ini aku ingin berbagi pemikiranku tentang industri hiburan di dua negara tersebut.
Sebenarnya tulisanku kali ini lebih banyak curhat dan pemikiranku pribadi. Pertama - tama aku akan membahas tentang awal atau asal - muasal aku mengikuti drama Korea. Sebelum aku tertarik untuk menonton drama Korea, aku sempat merasa heran pada penggemar drama Korea. Saat itu aku masih kelas 3 SMP. Teman - teman sekelasku (yang merupakan penggemar drama Korea) selalu ingin cepat - cepat pulang supaya tidak ketinggalan tiap menit di episode - episodenya. Saat itu, drama Korea memang ditayangkan berjam - jam pada siang hingga sore hari di salah satu stasiun TV swasta di Indonesia. Saat itu aku pikir mereka aneh dan berlebihan haha. Hingga tiba bulan Ramadhan 5 tahun lalu, aku iseng 'mengintip' alur cerita drama Korea yang tayang jam 12.00 WIB. Kemudian aku tidak menyangka akan menyukai alur ceritanya. Drama itu berjudul Prosecutor Princess yang perilisan di Korea-nya itu tahun 2010, tepat setahun sebelum penayangannya di Indonesia. Mengusung tema komedi-romantis, drama ini sukses membuatku penasaran disetiap akhir episodenya. Drama ini bercerita tentang pekerjaan jaksa dan pengacara. Cerita yang sangat segar karena aku tidak pernah melihat serial yang menceritakan pekerjaan - pekerjaan itu sebelumnya. Nah, beberapa hari ini aku me-rerun drama ini dan tercetuslah ide untuk menulis tulisan ini.

Kemudian aku menonton BTS drama ini di youtube. Ini dia BTS-nya :


   Kejadian yang dinamakan 'insiden tomat' ini terjadi karena keteledoran jaksa Ma sendiri. Ketika investigasi kasus, ibu - ibu itu terfitnah dan jaksa Ma tidak mempercayai jika ibu - ibu itu difitnah. Ibu - ibu itu memohon pada jaksa Ma agar mempercayainya. Mempercayai fakta bahwa ibu - ibu itu tidak melakukan kejahatan. Tapi jaksa Ma tidak mendengarkan permohonan ibu - ibu itu. Yang jaksa Ma lakukan hanyalah memakan tomat - tomatnya.

   Dalam dramanya, jaksa Ma sangat depresi setelah kejadian itu. Bahkan ia berniat untuk mengundurkan diri sebagai jaksa dan ingin kabur keluar negeri. Tapi, di video BTS diatas terlihat wajah jaksa Ma yang tersenyum baik sebelum maupun sesudah penumpahan tomat. Kemudian sang Pangeran Tomat (pengacara Seo) memandangnya dan seolah - olah berkata, "Iih tomat. Kotor dan kebasahan." Haha. Dalam video itu perubahan emosi mereka sangat bertolak belakang. Kurasa akting mereka benar - benar daebakk ! :D

   Korea Selatan dan Jepang memang kreatif dan totalitas. Aku tidak menyangka ibu - ibu penumpah tomat itu akan 'membalas' perbuatan jaksa Ma. Terlebih lagi, balasan yang diberikan itu sangat mengerikan. Dimarahi didepan umum dan ditumpahi tomat hingga wartawan meliput kejadian itu dan menyebarkannya di internet. Padahal di episode saat jaksa Ma menginvestigasi ibu - ibu itu, aku tidak terlalu menghiraukan perlakuan jaksa Ma. Ya walaupun aku berpikir jaksa Ma terlalu mengkambing hitamkan ibu - ibu itu.

   Kemudian, kreativitas seperti ini juga kutemukan dalam anime Jepang. Dalam anime itu terdapat selingan yang membuatku tertawa. Jadi, ada tidaknya tokoh - tokoh selingan itu sebenarnya tidak begitu berpengaruh pada alur cerita diepisode itu. Tapi selingan itu benar - benar lucu dan bisa membuat penonton tertawa. Contohnya anime Tonari no kaibutsu-kun. Ada kejadian dimana Yamaken tersenyum menyeringai dan terlihat oleh Yuu-chan. Kemudian beberapa menit kemudian (di episode yang sama) Yuu-chan kembali melihat Yamaken yang sedang menyeringai lagi lalu Yuu-chan berpikir ia telah melihat seseorang yang menyeringai seperti orang bodoh hahaha. Selain Tonari no kaibutsu-kun, anime Sakamoto desu-ga ? Juga menampilkan selingan seperti itu. Saat Sakamoto berada di perentalan CD, Sakamoto bertemu dengan ibu Kubota-kun dibagian rak film Korea. Ibu Kubota-kun sedang menggumamkan nama aktor Korea yang mirip dengan Sakamoto. Di episode sebelum itu, ibu Kubota-kun jatuh cinta pada Sakamoto dan mengejarnya dengan cara yang horror haha.

   Oh iya, ngomong - ngomong soal Anime Sakamoto desu-ga ? drama yang sangat disukai oleh ibu Kubota-kun adalah parodi dari Drama Korea Winter Sonata loh ! Aku baru sadar gara - gara melihat posternya yang mirip banget sama Winter Sonata. Adanya cerita mengenai penggemar drama Korea itu seakan - akan menyindir para penggemar drama Korea di Jepang sana. Maklum, orang Jepang itu tidak hanya totalitas dalam bekerja. Mereka juga totalitas dalam hal hobi dan kegemarannya. Pengambilan Winter Sonata untuk diparodikan pun bukan tanpa alasan. Mengingat begitu banyak populasi penggemar Winter Sonata di Jepang, ya tidak heran jika Winter Sonata-lah yang dipilih.

   Selain ingin membahas hal - hal diatas, aku juga ingin membahas tentang akting dari pemain Drama Korea dan Dorama (sebutan dari Drama Jepang). Akting mereka benar - benar hebat ! Bahkan mereka rela untuk berakting menjadi sosok yang 'malu - maluin'. Kita sebut saja Jun Ji Hyun di drama You Who Came From The Star. Kita harus menunggu 14 tahun untuk melihat Jun Ji Hyun kembali ke layar kaca dalam sebuah serial drama. Jun Ji Hyun terakhir kali membintangi serial drama di tahun 1999 dan comeback di tahun 2013. Jun Ji Hyun yang merupakan salah satu aktris senior rela berperan sekonyol Cheon Song Yi. Ya kalian bisa lihat sendiri kekocakkan Cheon Song yi di drama itu.
Jun Ji Hyun sebagai Cheon Song Yi

   Tidak jauh berbeda dari Jun Ji Hyun, hal serupa juga kutemui di dorama Jepang. Jika kalian pernah menonton Switch Girl !!, kalian pasti tahu sosok Nishiuchi Mariya yang berperan sebagai Tamiya Nika.

Hasil gambar untuk switch girl live action
Nishiuchi Mariya sebagai Tamiya Nika

   Dorama itu menceritakan tentang siswi SMA yang menjadi idola siswa - siswi di sekolahnya. Gadis itu adalah Tamiya Nika yang berprofesi sebagai model. Dia sangat kawaii (imut) dan cantik. Tapi siapa sangka ? Dia memiliki sisi lain menjadi jorok seperti ini :

Hasil gambar untuk switch girl live action

   Hal yang kupikirkan saat melihat tingkah Nika saat menjadi sosok diatas adalah, "Amit - amit, cantik - cantik kok mau sih jadi begitu ? Ahaha"

Ya itulah tulisan edisi curhat kali ini. Sayonara ! :)

Senin, 06 Juni 2016

Sebaik - baik manusia, seperti apakah itu ?


 Hasil gambar untuk Sebaik - baik manusia akhlak



   Pada kesempatan kali ini, aku akan membahas mengenai salah satu tanda dari sebaik - baiknya manusia dimata Rasulullah SAW. Hal ini menjadi bahasan yang menarik untukku bahas karena Hadits yang diriwayatkan oleh Rasulullah ini seakan - akan menjawab pertanyaan dan kebingunganku mengenai ujian yang beberapa bulan lalu ku alami.

   Langsung saja, aku akan bercerita mengenai ujian yang kumaksud. Beberapa bulan lalu aku terlibat konflik dengan salah seorang temanku. Temanku telah mengatakan hal yang cukup menyakitkan untukku. Dia tidak menghargai kerja keras dan usaha yang kulakukan. Beberapa minggu berlalu hingga pada suatu waktu terjadilah hal yang berkaitan dengan Hadits yang ingin kubahas. Temanku yang menghina usahaku itu mengatakan hal yang
kupahami. Dia memerintahku untuk melakukan hal penting yang cukup rumit dan memakan begitu banyak waktu. Dia memerintahkan itu padaku karena dia malas mengerjakannya. Aku masih ingat betul apa yang ia katakan. Ia berkata, "Kerjain sama kamu aja Tia. Nanti aku lihat hasilnya." Nah, kenapa aku tidak memahaminya ? Aku akan bahas dikalimat selanjutnya. Aku berpikir, "Bagaimana bisa seseorang yang menghina dan menyakiti orang lain melakukan hal itu ? Seharusnya, dia tidak malas karena dia telah menghina orang lain. Seharusnya dia menunjukkan sifat yang wajib kucontoh sebagai sifat yang harus kuteladani. Jika dia mengandalkanku, itu sama seperti 'terjun kedalam jurang'. Aku diibaratkan jurang karena dia telah beranggapan usahaku itu hina. Kalau kita mengerjakan masing - masing, aku oke - oke aja sih. Intinya, seharusnya dia tidak boleh melihat hasil usahaku yang hina dimatanya itu. Jika dia ingin melihat hasil usahaku dan dia malas - malasan, bukankah dia telah bermuka dua (munafik) ?". Itulah latar belakang kebingunganku. Ngomong - ngomong maaf ya latar belakangnya kebanyakan hahaha

   Setelah sukses dibuat bingung, aku pun mengambil tindakan lebih lanjut. Aku menceritakan kebingunganku ini kepada salah seorang sahabatku. Lalu sahabatku merespon dengan kalimat yang sangat logis. Ia berkata, "Lah ? Yang banyak ngomen (negatif) gitu kan emang akhlaknya gak bener ?".

   Komentar sahabatku itu memang sangat masuk akal. Memberikan komentar buruk dan menyakiti orang lain itu bukanlah akhlak yang terpuji. Jadi tidak heran bila diwaktu yang lain ia bermuka dua seperti itu. Secara kasar, dari dasar aja udah gak bener jadi bukan hal yang aneh jika dia melakukan hal yang tidak benar lagi. Ya itu cukup mewakili jawaban atas kebingunganku.

   Beberapa waktu berlalu hingga aku menyaksikan sebuah tontonan mengenai Hadits yang akan kita bahas. Di acara itu, seseorang mengatakan, "Bahasa keteladanan lebih efektif daripada bahasa kata - kata. Banyak yang pintar teori (dalam hal berkata - kata) tapi tidak dengan perilaku. Mengapa demikian ? Hal ini senada dengan Hadits yang diucapkan oleh Rasulullah SAW. Rasulullah SAW berkata bahwa sebaik - baik manusia adalah yang paling baik akhlaknya. Itulah mengapa orang yang pintar teori dan dalam hal ini menghina sikap orang lain bukanlah patokan yang menunjukkan orang yang menghina sikap orang lain itu memiliki kepribadian yang baik. Mengapa ? Karena Rasulullah SAW menyebutkan sebaik - baik manusia itu yang paling baik akhlaknya.

   Rasulullah tidak bersabda sebaik - baik manusia itu yang paling pandai berkata - kata (teori). Itulah mengapa bahasa keteladananlah (akhlak dan perilaku) yang menunjukkan 'nilai' dari manusia itu sendiri. Apakah ia bernilai 'sebaik - baiknya' atau sebaliknya.

   Bahasan mengenai Hadits itu benar - benar menjawab secara tuntas akan kebingunganku sebelumnya. Aku berharap, kita semua yang mengkaji tulisan ini mendapatkan nilai positif dalam diri. Sehingga, kita menjadi pribadi yang lebih dewasa dan bijaksana dalam kehidupan yang kita miliki.

   Ya itu saja yang ingin kubahas dan sampai jumpa lagi ditulisanku berikutnya~ :)